oleh

Petani Belu Mengeluh Bibit, Pupuk dan Obat Pertanian

Atambua. RajawaliNews.id – Petani mengeluh sulitnya mendapatkan bibit, pupuk dan obat-obatan pertanian di Belu, keluhan itu ditujukan kepada pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian Kabupaten Belu.

Adalah Manuel Martins, salah satu Petani Belu yang merupakan warga ex propinsi Timor-Timor atau acapkali dipanggil warga baru, yang sejak tahun 1999 tinggal di Kelurahan Manumutin namun kini bermukim di kelurahan fatubenao.

Kepada media ini Manuel berkeluh kesah tentang betapa sulitnya mendapatkan bantuan dari pemerintah terkait bibit, pupuk dan obat-obatan.

“Sebelum pindah ke sorosikun kelurahan Fatubenao, saya berkebun di lahan pertanian kelurahan Manumutin, dan sejak tahun 2005 kami sudah bentuk kelompok tani yang bernama kelompok tani batunakfera 1, dan kelompok tani kami ini masih ada sampai sekarang ini,” Ucap pria berumur 46 tahun ini.

Menurut Manuel Martins, pada tahun 2005 kelompok tani batunakfera 1 biasa mendapatkan pupuk dan bibit dari pemerintah namun sejak sekitar beberapa tahun terakhir kelompoknya sudah tidak lagi mendapatkan bantuan-bantuan pertanian dari pemerintah Belu

“Selama terbentuknya kelompok tani dari tahun 2005 biasanya kami dapat pupuk dan bibit dari Pemerintah, tetapi sejak 1 atau 2 tahun terakhir ini hingga saat ini, kami belum mendapatkan perhatian lagi dari pemerintah melalui Dinas Pertanian berupa bantuan pupuk untuk kelompok  tani kami atau kelompok Batunakfera 1 di bagian sorosikun Fatubenao,” Kata pria kelahiran Atsabe 46 tahun silam ini.

Akibat dari tidak adanya perhatian Dinas Pertanian kepada kelompok tani batunakfera 1 maka terpaksa mereka membeli sendiri pupuk dan obat-obatan di toko-toko pertanian.

“Karena tidak adanya bantuan dari Pemerintah sehingga kami beli sendiri pupuk untuk lahan pertanian kami, kami juga membeli jenis obat obatan untuk tanaman pake uang sendiri di toko,” keluh ketua kelompok tani ini dengan raut wajah sedih.

Manuel mengharap perhatian dari pemerintah Belu lewat dinas pertanian agar memberikan bantuan baik bibit, pupuk maupun obat-obatan agar hasil pertanian mereka tidak gagal panen setiap tahun.

“kami sampaikan supaya bisa memperhatikan kami,karena selama ini hanya nama kelompok tani saja tetapi perhatian dari dinas yang kurang memberikan bantuan pupuk dan bibit bagi kelompok kami Batunakfera 1 Sorosikun, kalau bibit jelek, pupuk tidak ada lagi terus hasilnya mau bagaimana, petugas PPL datang lihat kami tapi kami mengeluh obat dan pupuk mereka kasih nama obat dan pupuk lalu kami pi beli sendiri di toko” Ujar Manel.

Pada bagian akhir, Manuel Martins berharap kepada pemerintahan saat ini yang mengusung program pupuk gratis bisa segera terealisasi karena selama ini petani beli dengan uang mereka sendiri.

“kami kelompok tani belum menerima bantuan pupuk gratis, tetapi kedepan akan ada pupuk gratis dari pemerintah, kami akan terima dengan dua tangan karena memang selama ini kami beli pupuk sendiri pake uang sendiri,” Tutup Martins dengan raut wajah penuh harap.

Sampai berita ini diturunkan Dinas Pertanian Kabupaten Belu dalam hal ini Kepala Dinas Pertanian belum berhasil dikonfirmasi.

(Ezpirito)

Komentar