oleh

Pemda Belu Bilang DPRD Tolak “Utang” Tanpa Alasan, Febby Juang : Pemda Buat Usulan Angkat Taroh, Malam Mimpi Pagi Buat

Atambua.RajawaliNews.id – Anggota Fraksi PDIPerjuangan DPRD Belu Teodorus Manehitu Djuang angkat bicara menanggapi “tuduhan” Sekda Belu terkait penolakan DPRD Belu terhadap  rencana pinjaman pemda Belu ke Bank NTT sebesar 200 Milyar.

Niat Pemerintah Daerah (Pemda)  Belu  untuk melakukan pinjaman daerah sebesar Rp.200 milyar ke Bank NTT yang diusulkan ke DPRD Belu ternyata dibatalkan sendiri oleh Pemerintah dalam hal ini Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin.

Kepada media ini Feby Juang mengatakan Sejauh ini pemerintah baru presentasikan soal pinjaman daerah bersama banggar belum di paripurna.

“Mereka baru presentasikan belum sampe pembahasan dalam Paripurna sedangkan syaratnya harus persetujuan dalam paripurna. Dalam presentasi tersebut disampaikan bhwa tahun 2022 kita membayar bunga dan provisi sebesar 18M, 2023 membyarkan 108M dan 2024 108M”, Kata Febby Juang kepada media ini, Sabtu 13/11/2021

Febby menambahkan, yang terjadi adalah sebelum pembahasan di paripurna, Pemerintah melalui Sekda Belu Yohanes Prihatin yg berkomunikasi langsung dengan salah satu wakil pimpinan DPRD sesaat sebelum rapat internal yang intinya membatalkan pinjaman daerah trsebut.

“Sebelum sidang Sekda telepon Wakil Ketua 1 untuk batalkan pinjaman tersebut. maka sesuai mekanisme administrasi, DPRD harus meminta pemerintah menarik kembali dokumen KUA PPAS penyesuaian dan membatalkan pembahasan pada sidang paripurna”. Ungkap Febby

Politisi PDI Perjuangan itu menilai Pemerintah Belu terkesan tidak serius karena Pemerintah yang mengusulkan pinjaman daerah kemudian Pemerintah pula yang membatalkan rencana itu.

“Pemda terkesan tidak serius karena Pemerintah yang usul, Pemerintah yang membatalkan maka dalam rapat internal pimpinan DPRD bersama pimpinan AKD, Badan dan Fraksi sepakat menolak pinjaman daerah, sehingga tidak terjadi tarik ulur dalam pembahasan APBD murni 2022. Jadi kalo di sampaikan bhwa DPRD menolak tanpa alasan maka alasan yang paling betul adalah DPRD menolak karena pemerintah buat usulan angkat taroh, ibaratnya malam mimpi pagi buat,
siang mimpi malam batal”. Jelas Manehitu

Theodorus mengaku heran dengan sikap pemerintah yang buat usulan lalu kemudian membatalkan usulan itu sendiri.

“Saya heran mereka yang usulkan mereka pula yang batalkan lalu bilang DPRD Belu yang tolak tanpa alasan. Kita akan mempertanyakan alasan pembatalan pemerintah dalam sidang nanti dan Sekda harus jujur menyampaikan alasan pembatalan tersebut jangan lempar bola panas ke lembaga DPRD Belu,” Tutup Febby Djuang .  (Ezperito)

Komentar