oleh

Mediasi Sengketa Tanah Haliwen Berlangsung 30 Hari Kedepan, Eddy Bae: Damai itu Indah

BELU. RajawaliNews.id.  Sidang Sengketa kepamilikian lahan seluas 46.3 ha antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan ahli waris Zakarias Mau Kura kembali digelar selasa, 25/05/2021 di Pengadilan Negeri (PN) Atambua.

Tanah yang sudah disengketakan sejak 40 an tahun silam tersebut terletak di depan Bandara AA.Bere Tallo Haliwen, Kelurahan Manumutin tersebut telah dihibahkan Pemerintah Provinsi NTT dalam hal ini oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat kepada warga Eks Tim-Tim yang mendiami lokasi tanah dimaksud sejak tahun 1999 silam.

Sidang sengketa tanah ini teregistrasi dengan nomor perkara 15/pdt.G/PN Atb. Setelah pengecekan kehadiran penggugat dan tergugat, Ketua Majelis Hakim menjabarkan bahwa sesuai dengan ketentuan Hukum yang berlaku kedua pihak diberikan waktu untuk bertemu dalam mediasi. Lamanya waktu mediasi adalah selama 30 hari terhitung sejak hari ini.

Dalam sidang yang digelar di ruang Cakra, PN Atambua tersebut Ahli waris Zakarias Maukura hadir lengkap didampingi Kuasa Hukumnya, Helio Moniz De Araujo, SH dan Ferdinand Ba’e, SH dan dipihak tergugat 1 Gubernur NTT diwakili kuasanya, begitu juga tergugat 2 Bupati Belu hadir kuasanya serta hadir pula kuasa turut tergugat Presiden Republik Indonesia yakni Badan Pertanahan Kabupaten Belu.

Ketua Majelis Hakim yang memimpin sidang tersebut mengatakan bahwa terhadap sengketa ini diharapkan kedua bela pihak mengedepankan upaya perdamaian karena damai itu indah. Majelis Hakim kemudian sepakat menunjukan seorang Hakim Mediator untuk memediasi kedua belah pihak selama kurun waktu 30 hari kedepan.

Usai sidang saat ditemui media ini, Kuasa Hukum Penggugat Ferdinand Bae.SH menuturkan bahwa pihaknya akan menggunakan kesempatan dalam tahapan mediasi Kasus ini dengan sebaik-baiknya karena Upaya Damai adalah sesuatu yang wajib didukung bersama sehingga tidak ada pihak yang dirugikan, Saya dukung damai karena damai itu indah.

“Saya harap dalam tahapan mediasi selama 30 hari kedepan akan ada butir- butir kesepakatan yang dapat dicapai oleh kedua belah pihak sehingga sengketa yang sudah berlangsung puluhan tahun ini segera berakhir dengan satu kepastian hukum yang mengikat semua pihak, selaku kuasa hukum kami dukung proses mediasi ini semoga berunjung damai karena damai itu indah”. Kata Bae.

Eddy Bae juga mengharapkan semua pihak terkait menahan diri untuk tidak melakukan tindakan tindakan diluar hukum yang merugikan diri dan orang lain.

Ditanyakan soal apakah ada opsi lain selain tuntutan mengambil kembali tanah warisan tersebut, Bae mengatakan bahwa semua opsi tentu akan kita sambut baik selama opsi tersebut mengandung asas keadilan serta tidak merugikan klien kami

”Pada prinsipnya Klien kami ingin Pemerintah Propinsi NTT mengembalikan tanah yang menjadi hak mereka sebagai ahli waris Zakarias Maukura, namun demikian jika ada kemungkinan pihak Pemerintah NTT berpikir dan berniat untuk ganti rugi atau istilah Presiden Jokowi Ganti Untung atau istilah lain yang mereka sepakati dari tanah tersebut sehingga tanah yang rencananya dihibahkan kepada kepada warga ex tim-tim  itu tetap berlangsung maka tentu kami dukung,yah intinya ganti rugi bisa yang penting tentunya yang sepadan dan adil,” Tutup Eddy Bae.(RA).

Komentar