oleh

Marah Suami Yang Sering Mabok dan Keluyuran Malam, Seorang Istri Terancam Penjara 1 Tahun

RajawaliNews.id- Kasus hukum yang menyeret pasangan suami istri di Karawang, Jawa Barat ini bisa dikatakan sebagai kasus paling langka dalam sejarah hukum Indonesia, bahkan mungkin dunia.

Suami istri yang berinisial V (45) dan CYC menjadi tersangka usai keduanya saling lapor.

Anehnya, kasus tersebut sudah ditangani oleh Pengadilan Negeri Karawang pula.

V pun tak terima dan memprotes aparat hukum di Indonesia yang dinilainya salah dalam menerapkan UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Ibu dua anak ini awalnya memarahi CYC suaminya yang merupakan pria asal Taiwan lantaran kerap pulang dalam keadaan mabuk-mabukan.

Tak hanya memarahi CYC, V yang kesal dengan ulah CYC pun melaporkan suaminya itu ke polisi dengan tuduhan penelantaran istri dan anak.

Tak mau kalah dengan istrinya, CYC juga melaporkan balik V ke polisi karena sering memarahinya dan mengusirnya dari rumah.

Uniknya, polisi pun menerima kedua laporan tersebut.

Akibatnya, CYC dan V jadi tersangka. V yang dituntut satu tahun penjara oleh JPU dari Kejaksaan Negri Karawang langsung memprotes saat menjalani sidang.

“Saya keberatan yang mulia, apa yang dibacakan tidak sesuai fakta, masa hanya karena saya mengomeli suami yang suka mabuk-mabukan saya jadi tersangka dan dituntut satu tahun penjara,” kata V saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Karawang, Jabar, Kamis (11/11/2021).

V juga memprotes karena saksi-saksi yang diajukan justru diabaikan dan tidak dipertimbangkan keterangannya.

“Dituntut sampai satu tahun, saksi-saksi kita diabaikan, semuanya diabaikan biar viral pak, suami mabuk-mabukan istri marah malah dipidanakan. Ini perhatikan ibu-ibu se-Indonesia tidak boleh marah ke suami. Kalau suaminya pulang mabuk-mabukan harus duduk manis nyambut dengan baik, marah sedikit dipenjara,” tambah V.

Namun, Majelis Hakim meminta V dan kuasa hukumnya untuk menyampaikan pledoi ataus sidang pembelaan minggu depan.

“Pembelan Ibu nanti disampaikan di Pledoi Kamis depan,” kata Hakim Ketua Muhammad Ismail Gunawan kepada V.

Menurut JPU Glendy Rivano, terdakwa diduga melanggar Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), terhadap CYC, pria asal Taiwan.

“Diperoleh fakta-fakta melalui keterangan saksi dan alat bukti bahwa inisial V terbukti jadi terdakwa dengan dijerat Pasal 45 ayat 1 Junto pasal 5 huruf b,” ungkap JPU Glendy Rivano, Kamis (11/11/2021).

Selain itu, menurut Glendy, suami V yang berinisial CYC, juga sering dimarahi dengan kata-kata kasar dan disuir oleh terdakwa.

Hal itu menyebabkan psikis CYC terganggu.

“Jadi inisial CYC ini diusir dan dimarahi dengan kata-kata kasar,” kata Glendy.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus KDRT itu muncul setelah V melaporkan CYC atas kasus penelantaran istri dan anak.

Setelah itu, CYC menjalani persidangan di PN Karawang.

Adapun, V dilaporkan CYC pada bulan September 2020 ke PPA Polda Jabar nomor LP.LPB/844/VII/2020 lantaran melakukan pengusiran dan tekanan psikis.

CYC melaporkan tersebut usai V melaporkannya lebih dulu karena menelantarkan keluarganya ke Polres Karawang dengan nomor LP./1057/IX/2020/JABAR/RES KRW

CYC kemudian ditetapkan sebagai tersangka pada Desember 2020. Sedangkan V ditetapkan sebagai tersangka pada 11 Januari 2021. (*)

Komentar