oleh

LAGI! Kekerasan Fisik Kembali Terjadi di Naitimu, Ratusan Massa Seruduk Polsek Halilulik.

BELU.RajawaliNews. id – Ratusan massa mendatangi Kantor Polisi Sektor Naitimu lantaran marah karena Empat orang remaja di Desa Naitimu, Kecamatan Tasbar, Kabupaten Belu dianiaya oleh sekelompok orang di wilayah Umamakerek, Naitimu.

Salah seorang tokoh pemuda yang tak ingin disebut identitasnya mengatakan bahwa mereka sudah tidak tahan dengan aksi kekerasan yang kerap berulang di Naitimu dan pelakunya orang-orang yang sama namun proses hukumnya seolah jalan ditempat.

” Kami kecewa karena beberapa kali terjadi kekerasan di Naitimu oleh para pelaku yang sama namun seolah tidak tersentuh oleh hukum. Korban lapor habis pelakunya tidak diproses, ini sudah beberapa kali kejadian”. Ujarnya dengan raut wajah yang kesal

Empat orang remaja yang dianiaya pada hari minggu sore 22/11/2020 itu bahkan tidak tahu apa sebabnya. Pasalnya, mereka tidak memiliki masalah dengan para penganiaya. Salah satu korban dari 4 remaja tersebut baru saja menginjak usia 16 tahun atau masih dikategorikan sebagai anak-anak. Menariknya adalah pelaku yang dilaporkan karena diduga pelaku tersebut terkait kasus lama ditempat yang sama. Pelaku yang adalah pemain lama, hingga saat ini belum ditahan dan masih bisa mengulangi perbuatannya.

Peristiwa penganiayaan ini terjadi disekitar wailayah dusun Umamakerek. Ketika itu, Keempat Remaja yaitu Vegi Waleng (26), Meki Giri (16), Charles Bass, Mikhael Samara Mali berjalan melintasi tempat tersebut.

Vegi menuturkan didepan rumah seorang warga di Umamakerek, nampak ada ada sekelompok anak muda yang lagi ramai berkumpul sambil berkaraoke. Tidak ada persoalan apa-apa seorang yang dari kerumunan itu bernama, Miky Lopes berteriak kepada 4 remaja tersebut.

” Kamu kenapa, Kamu Geng ko, ” Kata Miky seperti yang dituturkan Vegi. Belum sempat menjawab, keluarlah sejumlah orang dari dalam rumah dan kerumunan tersebut dan langsung menganiaya ke 4 remaja tersebut.

” Saya sempat kena pukul dari Mea Lopes dibagian sini, dan Aldin Lopes dibagian sini,” kata Vegi sambil menunjukan bagian dagunya.

Tidak berhenti sampai disitu, ke-empat pemuda yang sudah tidak tahan diserang, berlari dari kerumunan massa tersebut namun masih juga dilempari batu hingga pertigaan jalan. Salah satu terlapor, Boy Zakharias, juga turut serta. Boy mencekik leher salah satu korban hingga kesulitan bernapas. Boy ini sudah pernah dilaporkan bersama Willy Neomanu atas dugaan penghadangan dan penganiayaan sewaktu kampanye Paslon Sahabat (19/10) di Naitimu.

Tanggap dengan laporan Masyarakat atas kejadian tersebut, Kapolres Belu, AKBP Khairul Saleh, langsung memimpin dan bergerak dari Polres Belu Atambua menuju ke Halilulik, Naitimu.

Kepada utusan Massa dan media Kapolres mengatakan beberapa hal yaitu, pihak kepolisian sedang menunggu hasil Visum di RSU Marianum Halilulik, sehingga Khairul berharap dari pihak pelapor agar bersabar menunggu dan mempercayakan kepada Kepolisian untuk menangani.

”Sekarang ini kita baru tahap keterangan saksi, malam ini rencananya kita bawa juga (terlapor) ke Polres, jika tidak ada maka kita akan berikan surat panggilan, itu sesuai tahapannya. Kalau kita punya alat bukti Cukup maka bisa langsung penahanan, ” Urai Mantan Kapolres Sumba Barat ini.

Khairul berusaha menjelaskan semuanya karena massa yang mengantar korban memenuhi halaman Polsek Tasbar. Massa yang tidak puas tersebut juga mengekpresikan kekecewaab terhadap proses hukum di Kepolisian.

Beberapa diantaranya mengungkit kembali kasus sebelumnya karena kejadian malam ini diduga pelaku yang bernama Boy Zakharias, adalah juga pernah dilaporkan pada kasus sebelumnya.

Khairul menegaskan bahwa kasus ini bukan sengaja dibuat lamban tetapi sedang di proses dan katanya, sudah di tahap penyidikan dan akan segera ditetapkan tersangka. Lanjut Khairul, dengan laporan masyarakat dan keterangan saksi korban pada kasus kali bisa membantu pihak Kepolisian untuk menuntaskan kasus ini.

Kepada Masyarakat, Khairul berharap agar tetap menjaga Kantibmas, jangan terprovokasi dan menyerahkan serta memberi waktu kepada Kepolisian untuk melakukan proses hukum sesuai tahapannya. (YP).

Komentar