oleh

Kampanye Sahabat di Sukabiren, Loro Lamaknen Nasu Kali Beri Restu Dengan Tiup Kepala Ose Luan

BELU. Rajawalinews.id – Calon Wakil Bupati dari Paket Sahabat , J. T Ose Luan, melaksanakan Kampanye di zona 2 tepatnya di Kelurahan Rinbesi. Pada kontestasi Pilkada Belu kali ini salah satu warga Rinbesi, Sukabiren, juga turut serta menjadi calon Wakil Bupati dari paket Sehati yaitu Aloysius Haleserens maka perlu saling menghargai dan ciptakan kedamaian dengan paket Sehati dan seluruh pendukungnya.

Ose Luan menyampaikan hal ini ketika menyampaikan Visi Misinya di Sukabiren (20/10)hari ini.

” begini, anak sukabiren juga maju, jaga persaudaraan, jangan buat saling tersinggung, kita mau Pilkada berjalan aman dan damai, ” ungkap Ose Luan.

Ose luan juga memaparkan bahwa Paslon Sahabat selain menyampaikan Visi Misi juga meluruskan kampanye tim sebelah yang mengatakan bahwa Pemerintahan Sahabat gagal total, Bupati Willy Lay dibilang Bodoh dan dirinya disebut tua renta.

Terkait hal tersebut Ose mengatakan bahwa di Pemerintahan Sahabat sebelumnya mereka mampu mengukir prestasi dibidang pencegahan Korupsi dengan peringkat satu di NTT dua tahun (2018-2019) berturut-turut. Ditahun yang sama, Juga dibawah kepemimpinan berdua, Belu meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian dua Tahun berturut-turut. Ose dengan bangga menyampaikan bahwa dirinya bersama Willy Lay tidak pernah berurusan dengan KPK, BPK atau lembaga lain terkait temuan penyalahgunaan anggaran.

Pantauan media, Kampanye disukabiren didominan kaum milenial sehingga suasana gembira dan canda. Milenial sukabiren menjuluki Ose Luan dengan sebutan “Opa Gaul”. Para milenial mengakui bahwa walau usia mereka masih tergolong muda namun memutuskan mendukung Sahabat karena telah melihat dan merasakan langsung pembangunan di masa Pemerintahan sahabat.

Selain berkampanye di titik yang sudah di tentukan, Ose luan melakukan kunjungan keluarga di beberapa tokoh Rinbesi diantaranya, Loro Lamaknen, Bei Nasu Kali, Haji Awad dan lainnya untuk meminta doa dan dukungan. Nampak Loro Lamaknen bersama isterinya menggunkan pakaian adat, memeluk Ose Luan dan meniup kepala memberi penguatan. Ose Luan, orang tua itu membungkuk rendah penuh hormat ketika didoakan dengan bahasa Bunaq.(Yan)

Komentar