oleh

Kampanye Sahabat di Naitimu, Hendrikus Mali : Tidak Ada Raja Naitimu Yang Bernama Taolin

ATAMBUA. Rajawalinews.id – Suasana panas dan tegang mewarnai kampanye paket sahabat di desa Naitimu. Ketegangan sekaligus kemeriahan berpadu dalam kegiatan kampanye paket sahabat di Naitimu pada Sabtu 17/10/2020.

Pantauan media, kampanye politik yang dihadiri oleh paslon Willy Lay tersebut disambut antusias pendukung dengan pekikan slogan “Sesu La Hola dan Sesu La mamar”. Namun kemeriahan tersebut akhirnya ternoda karena insiden penyerangan oleh pendukung paslon sehati

Menyikapi situasi yang memanas itu mantan prajurit TNI Angkatan Darat Henderikus Mali pada kegiatan kampanye paket Sahabat dititik ke 3 dalam orasi dukungan politiknya kepada paket sahabat mengatakan bahwa jika ada orang yang mengatakan pemerintahan Willy Lay Ose Luan tidak membangun itu berarti sebuah kebohongan.

“Kalau ada orang lain yang mengatakan bapak Willy dan bapak Ose itu tidak membangun maka orang itu Pembohong besar, ayam mana yang berkotek dia yang bertelur. Kalau dikatakan bapak Willy dan Wakilnya tidak membangun itu Pembohong besar, Pendusta yang tidak menghargai hasil kerja orang”. Tegas Endik Mali yang langsung disambut tepuk tangan dan teriakan massa pendukung.

Malae Endik, begitu sapaan akrabnya pada kesempatan itu mengulas singkat sejarah adat kawin mawin soal Raja Naitimu dan menghimbau supaya sebagai pendukung jangan saling menjelekan dan harus menjadi air bagi api yang menyalah.

“Orang Naitimu ini tidak Faen (daulat) Raja Taolin. Tidak ada. Raja Naitimu tidak ada yang nama Taolin. Jadi, saya minta saudara saudara kalau menjadi pendukung jangan menjelek-jelekan satu sama yang lain” kata Endik Mali yang disambut riuh tepuk tangan massa yang hadir.

Dirinya menambahkan ” Saya minta, walaupun mereka dengan segala kekerasan atau tindak tanduk yang tidak sopan, atau seperti api yang menyala kita harus hadapi dengan tenang dan seperti air yang mematikan api. Kita ingat e, jalan-jalan dari sini sampai Laktutus, mandeu sampai ke lamaknen sudah bagus ini, siapakah yang membangun itu? saya ulangi siapakah yang membangun itu? siapakh yang membangun itu? ( Sahabat, teriak massa yang hadir) harus ingat itu. Jangan kita bilang orang bodok, orang bodok bisa bangun jalan ini?”. Tegas Malae Endik yang disambut riuh massa pendukung.

Terpantau situasi awal sempat kembali memanas dititik ke 3 ketika beberapa pemuda yang tampak sudah duduk minum mabok sejak awal kedatangan rombongan paket sahabat, tepat didepan rumah tempat kampanye sahabat berlangsung terdengar meneriakan kata kata Bodok dan Tipu. Terikan itu sontak membuat pendukung sahabat langsung berlari menuju sekelompok pemuda mabok tersebut dan terjadi adu mulut namun situasi kembali kondusif setelah Ketua Tim Pemenangan Paket Sahabat Benny Kenenbudi dan Ferdinand Bae menghampiri mereka untuk menghalau massa pendukung sahabat yang marah.

Dedy Lau salah satu pentolan Sahabat Naitimu tampak berusaha berbicara dengan sekolompok pemuda mabok itu dan situasi akhirnya kembali kondusif sampai selesai kegiatan kampanye paket Sahabat. (Rio)

Komentar