oleh

“Kado Tahun Baru 2022” Untuk TEKODA Belu

Atambua. RajawaliNews.id – Pemerintah Daerah Belu memutuskan bahwa mulai terhitung tanggal 1 Januari 2022 nanti  seluruh tenaga kontrak daerah (Tekoda) yang ada di lingkup Pemerintah Kabupaten Belu (Pemkab) Belu diberhentikan.

Keputusan ini berdasarkan surat Bupati Belu dengan Nomor BKPSDMD.870/48-/XT/2021, perihal Pemberitahuan kepada pimpinan OPD Belu, tertanggal 18 November 2021.

Dalam Surat keputusan yang ditandatangani oleh Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus itu tertulis, berdasarkan hasil analisis jabatan dan analisis beban kerja yang telah dilakukkan oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah maka diminta perhatian saudara-saudari akan beberapa hal sebagai berikut:

1. Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah mengambil langkah-langkah sebagai berikut: menyampaikan kepada tenaga kontrak yang berada instansi masing-masing secara tertulis bahwa kontrak akan berakhir pada tangsal 31 Desember 2021, sehingga terhitung tanggal 1 Januari 2022 tenaga kontrak daerah diberhentikan.

2. Mengidentifikasi tugas/pekerjaan tenaga kontrak dan mengalihkan tugas/ pekerjaan tersebut kepada Pegawai Negeri Sipil yang ada atau, kepada pimpinan unit terendah setingkat eselon IV (Kepala Sub B tugas/pekerjaan tenaga kontrak yang berikaitan langsung dengan pelayanan publik khususnya pekerjaan teknis pelayanan yang akan terganggu saat berakhirnya kontrak seperti tenaga kontrak dibidang kesehatan, pendidikan, satgas kebersihan, operator, sopir, penjaga malam dan petugas kebersihan kantor dan melaporkan kepada Bupati Belu Cq Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Kabupaten Belu paling lambat tanggal 2O November 2021, sesuai format terlampir.

Bupati Belu, dr. Agustinus Taolin yang dikonfirmasi Oke NTT menegaskan pemberhentian Tekoda itu lantaran berdasarkan masa kontrak berakhir pada 31 Desember 2021.

Menurut Bupati Taolin, selanjutnya pihaknya akan merekrut ulang sesuai dengan kebutuhan dan sesuai dengan analisis kebutuhan OPD yang ada.

“Kontrak habis. Kita akan rekrut sesuai kebutuhan, sesuai analisis kebutuhan OPD. Memang kontrak teko habis 31 Desember, kontrak habis ya berhenti. Surat itu kan penegasan atau pemberitahuan saja,” terang Bupati melalui pesan WhatsApnnya Kamis 18 November 2021 kepada Oke NTT.

Menurut Bupati, tenaga kontrak diangkat untuk satu tahun dan selesai kontrak dievaluasi.

“Jadi satu tahun selesai kontrak dievaluasi, ada yang keluar, ada yang jadi pegawai, ada yang pindah, ada yang malas, bolos dan lain-lain,” pungkasnya.

Terpisah, Sekda Belu Jap Prihatin kepada RajawaliNews mengatakan bahwa surat keputusan ini bukan surat pemberhentian

“Bahwa surat ini bukan surat pemberhentian, tetapi sifatnya mengingatkan pimpinan OPD utk memberitahukan kepada masing2 teko di instansinya bahwa kontrak teko sesuai perjanjian kerja berlaku 1 tahun dari jan sd des 2021. Juga memerintahkan para pimpinan OPD utk mengambil langkah2 antisipasi dlm rangka menjamin keberlanjutan pelayan publik manakala kontrak teko berakhir, seperti mengidentifikasi tugas2 pelayanan publik apa saja yg selama ini dilaksanakan oleh teko, sehgga pelayanan publik tdk terganggu” Tulis Jap melalui pesan WhatsAppnya, Kamis 18/11/2021

(Ezpirito)

Komentar