oleh

JT OSE LUAN : Karena Pemimpin Bodok dan Tua Rentah inilah Bendungan Welikis, Roti Klot dan Universitas Ben Mboi Ada di Belu

ATAMBUA, RajawaliNews.id – Akhir-akhir ini banyak beredar isu politik dalam bentuk pemutarbalikan fakta juga kampanye hitam dijagat maya terhadap paslon Willy Lay-Ose Luan atau yang lebih dikenal dengan tagline Sahabat.

Calon Wakil Bupati paket Sahabat JT. Ose Luan dalam kesempatan kampanye politiknya di Kelurahan Tulamalae pada jumat, 23/10/2020 mengatakan bahwa tugas pengabdian sebagai pemimpin itu terdiri dari 3 urusan utama yakni urusan pemerintahan, urusan kemasyarakatan, urusan pembangunan.

“Bapak mama sekalian, menjadi pemimpin itu kita urus 3 hal, pertama urusan berpemerintahan, kedua urusan pembangunan dan yang ketiga urusan pembinaan kemasyarakatan. Dalam urusan pemerintahan dalam 4 tahun ini kami telah 2 kali memperoleh WTP dari BPK dn diganjar dana insentif 85 miliard, hal ini supaya bapak mama tau tidak pernah terjadi sejak berdirinya Belu walau sudah dari bupati ke bupati”. Ujar Ose Luan yang disambut histeris oleh pendukung sahabat yang hadir.

Lebih lanjut Ose Luan menambahkan “selama kepemimpinan kami Willy Lay Ose Luan selama kurun waktu 4 tahun kurang lebih ini, Pemerintah Kabupaten Belu dalam Rencana Aksi KPK untuk mencegah KKN, kabupaten Belu selama 2 tahun berturut turut telah memperoleh prosentasi terbaik dan tertinggi dari KPK yang bahkan melampaui prosentasi perolehan propinsi, bapak mama semua ini yang kami bilang kami tidak kerjanya di mana? Kami gagal totalnya dimana?”. Jelas OL

Masih menurut Ose Luan, ada pihak lain disebelah yang menyebut paket sahabat sebagai pemimpin bodok dan tua rentah yang gagal total.

“Mereka tiap hari menyerang kami sebagai pemimpin yang bodok dan tua rentah. Mereka tau kah tidak kalau Pemimpin yang bodok dan tua rentah inilah yang sudah menghadirkan bendungan Roti Klot, Bendungan Welikis dn Universitas Pertahanan Ben Mboi di Belu ini. Pemimpin yang bodok dn tua rentah inilah yang telah hadir memberikan 2 bendungan raksasa sebagai solusi bagi ketersediaan air di Belu untuk puluhan tahun kedepan”. Tegas mantan Sekda kabupaten Belu ini.

Walau demikian, Ose Luan menegaskan meski dirinya dan Willy Lay dikatakan bodok dan tua rentah, dirinya meminta kepada pendukung dan masyarakat Belu umumnya untuk tidak perlu menanggapi semua caci maki dan hinaan itu dengan emosi karena Sahabat itu mengedepankan etika, sopan santun dan kerendahan hati. (Rio)

Komentar