oleh

Jembatan Terpanjang di Pulau Timor Barat Dihajar Banjir Hingga Bengkok dan Nyaris Rubuh, Warga Malaka Minta Tolong

Malaka. RajawaliNews.id – Tingginya Curah Hujan disertai angin kencang yang melanda sejumlah wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur selama kurang lebih 24 jam terakhir telah mengakibatkan banjir bandang serta membawa kerusakan baik fasilitas umum maupun perorangan.

Di Kabupaten Malaka, sebanyak kurang lebih 23 desa dalam wilayah kabupaten tersebut terendam banjir bandang dan mengakibatkan Jembatan Benenain di Kabupaten Malaka rusak berat

Salah satu jembatan terpanjang di Pulau Timor bagian barat yang memiliki panjang lebih dari 300 meter yang terletak di Desa Haitimuk, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka tersebut terus diterjang banjir sejak beberapa hari terakhir dan kini tinggal menunggu waktu ambruk total

Selain hampir merobohkan jembatan, luapan air kali benenain juga telah merendam sekitar 23 Desa yang berada di bantaran sungai Benenain dan sekitarnya dan membawa kerusakan serta kerugian yang belum bisa diperkirakan hingga saat ini.

Salah seorang warga Malaka Gregorius Luan kepada media ini mengungkapkan kesedihan dan keprihatinan mendalam atas musibah alam yang menimpah puluhan desa di kabupaten Malaka

“Banjir bandang kali ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, banjir kali ini sangat mengerikan karena debit air yang cukup tinggi antara 1 hingga 2 meter, banyak ternak piaraan warga berupa Sapi, babi dan jenis unggas lainnya habis tersapu banjir menuju laut”. Jelas Gregor

Gregor menambahkan bahwa hingga kini aliran air masih kencang sehingga sangat menghambat proses evakuasi korban banjir serta bantuan kemanusiaan lainnya

“Aliran air disekitar rumah penduduk dan jalanan masih cukup kencang jadi kalau kita berjalan kaki jika tidak hati-hati bisa tersapu air. Hingga saat ini warga korban banjir sangat kesulitan air bersih dan makanan. Mau bawa bantuan air dan makanan tetapi mobil jalan lewat mana? mau antar dengan berjalan kaki tetapi aliran air masih kencang dan banyak buaya dimana mana, ditambah akses jembatan Benenain yang hampir putus maka bisa dibayangkan betapa sulitnya warga di kecamatan Malaka Barat yang terkena banjir bandang ini”.

Dibagian akhir Gregorius mengharapkan agar semua warga baik Malaka, Belu dan sekitarnya yang tidak terkena dampak banjir untuk sebisa mungkin ikut mengambil bagian dalam meringankan penderitaan saudara-saudara kita yang kini menjadi korban banjir bandang.

“Kami minta tolong kepada seluruh masyarakat Malaka, Belu dan sekitarnya yang tidak terkena musibah untuk tolong bantu saudara-saudara kita di Malaka yang terkena dampak banjir bandang karena keadaan sangat memprihatinkan”. Tutup gregor. (Rio)

Komentar