oleh

Duh Gawat!! China Ancam Perang, Taiwan Siapkan Rudal Anti Kapal, Amerika “Tidak Untung”

BEIJING. Rajawalinews.id – China telah mengancam Taiwan dengan mengatakan jika negara kepulauan itu berusaha mendeklarasikan kemerdekaan, hal itu berarti perang.

Dilansir dari Express.co.uk, Juru Bicara Kementerian Pertahanan China memperingatkan setiap tindakan deklarasi kemerdekaan resmi oleh Taiwan, itu sama saja mereka bermain api sehingga akan membakar diri mereka sendiri.

Namun, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan kepada BBC bahwa negaranya tidak merasa perlu untuk terlibat dalam bahasa konfrontatif Tiongkok. “Kami tidak memiliki kebutuhan untuk menyatakan diri kami sebagai negara merdeka,” jelas Presiden Tsai.

Taiwan telah meningkatkan sistem pertahanan Tanah Airnya dengan rudal anti-kapal seluler yang canggih.

Dewan urusan daratan Taiwan mengatakan, China seharusnya tidak meremehkan kemampuan pulau itu untuk mempertahankan diri dan melindungi kebebasan dan demokrasi.

AS menanggapi ancaman China dengan menyebutnya sebagai hal yang tidak menguntungkan.

Peringatan ini muncul setelah Beijing mengintensifkan latihan angkatan lautnya di lepas pantai Taiwan.

Latihan perang tersebut melibatkan jet tempur dan pembom China terbang ke wilayah udara Taiwan selama seminggu sebelumnya.

Presiden AS Joe Biden telah menegaskan kembali komitmen Washington untuk mempertahankan otonomi Taiwan.

Pemerintahan Biden telah mencoba menurunkan ketegangan dengan menyatakan ketegangan tidak perlu mengarah pada “sesuatu seperti konfrontasi”.

Pada hari Kamis, Sekretaris Pers Pentagon John Kirby mengatakan, Washington menganggap komentar yang mengancam perang sebagai sesuatu yang “tidak menguntungkan”.

“Kami tidak melihat alasan mengapa ketegangan atas Taiwan perlu mengarah pada sesuatu seperti konfrontasi,” kata Kirby.

Tiongkok mengklaim Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri, tetapi Taipei telah menjadi negara merdeka sejak penutupan perang saudara Tiongkok pada tahun 1949.

Sejak tanggal itu, ketika kaum nasionalis Tiongkok melarikan diri ke Taiwan, pulau itu memiliki konstitusi, militer, dan baru-baru ini, para pemimpin terpilihnya sendiri.

Deklarasi kemerdekaan resmi dari Taipei akan dilihat sebagai tantangan bagi kepemimpinan Xi Jinping dan banyak analis khawatir China akan mengambil tindakan militer.

Pada hari Kamis, Juru Bicara Kementerian Pertahanan China Wu Qian mengatakan latihan militer China di lepas pantai Taiwan adalah tindakan yang diperlukan untuk mengatasi situasi keamanan saat ini di Selat Taiwan.

Dia mengatakan bahwa mereka juga perlu untuk menjaga kedaulatan dan keamanan nasional.

“Ini adalah tanggapan serius atas campur tangan eksternal dan provokasi oleh pasukan kemerdekaan Taiwan. Kami memperingatkan elemen kemerdekaan Taiwan, mereka yang bermain api akan membakar diri mereka sendiri, dan kemerdekaan Taiwan berarti perang,” tegasnya. (Kontan.co.id/R-Timor)

Komentar