oleh

Ajaibnya “Drama 200 Milyar” Pemerintah Belu vs DPRD Belu

Belu. RajawaliNews.id – Aksi “Saling tuduh dan saling lempar bola panas” bak Drama antara Pemerintah dan DPRD Belu terkait Rencana pinjaman daerah sebesar 200 Milyar rupiah memasuki babak baru.

Rencana pinjaman daerah yang awalnya telah disetujui untuk dibahas bersama keduanya (Pemerintah dan DPRD) itu batal sebelum dipresentasikan dalam sidang paripurna DPRD, keduanya tiba-tiba sepakat menolak dengan cara yang berbeda.

Menurut DPRD Belu, pemerintah membatalkan rencana “utang” 200 Milyar tersebut  hanya lewat Komunikasi telepon antara Sekda Belu (batalkan via phone),  dilain sisi Pemerintah balik “menuduh” DPRD menolak rencana utang tersebut tanpa alasan.

Sekda Belu, Jap Prihatin kepada media ini mengatakan rencana pinjaman daerah 200 Milyar sudah dibatalkan oleh DPRD tanpa alasan.

“Alasan tolak tidak ada, hanya surat DPRD yang bernomor DPRD. 172.2/241/XII/2021” jawab Jap Prihatin

Sementara Anggota DPRD Belu dari fraksi PDIPerjuangan Febby Djuang kepada media ini mengatakan Pemerintah yang usul, pemerintah sendiri yang batalkan.

“Pemda terkesan tidak serius karena Pemerintah yang usul, Pemerintah yang membatalkan maka dalam rapat internal pimpinan DPRD bersama pimpinan AKD, Badan dan Fraksi sepakat menolak pinjaman daerah, sehingga tidak terjadi tarik ulur dalam pembahasan APBD murni 2022. Jadi kalo di sampaikan bhwa DPRD menolak tanpa alasan maka alasan yang paling betul adalah DPRD menolak karena pemerintah buat usulan angkat taroh, ibaratnya malam mimpi pagi buat, siang mimpi malam batal”. Jelas Manehitu kepada media RajawaliNews.id, sabtu 13/11/2021

DPRD Belu juga mempertanyakan mengapa rencana utang uang yang demikian banyak di Bank NTT hanya diperuntukan pembangunan dalam kota saja sedangkan di desa-desa tidak ada.

“Total rencana pinjaman 200 Milyar rupiah tersebut harus dikembalikan dengan total bunga pengembalian sebesar kurang lebih 234 Milyar rupiah. Yang mana Pinjaman tersebut di bagi menjadi, 146 Milyar rupiah lebih hanya untuk pembangunan infrastruktur  perkotaan bukan untuk seluruh wilayah kab Belu, kemudian 18 Milyar rupiah lebih untuk air bersih perkotaan. Lalu 14 Milyar rupiah lebih utk penerangan jalan dalam kota, termasuk 16 Milyar lebih untuk pengelolaan sampah,” Beber Apin Saka kepada media RajawaliNews, senin, 15/11/2021.

Ajaibnya, aksi saling tuduh yang berubah menjadi situasi chaos ini kemudian “cair mendadak” dalam sidang paripurna Pembacaan Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi dalam Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Belu yang berlangsung di ruang sidang utama, Senin, 15/11/ 2021

Terpantau Media ini, dalam penyampaian pemandangan umum fraksi tersebut mayoritas Fraksi (7 dari 8 fraksi) di DPRD Belu kembali menyetujui usulan Pemerintah Daerah (Pemda) Belu yang berencana mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp.200 milyar ke Bank NTT.

Pernyataan setuju oleh mayoritas fraksi di DPRD Belu itu disampaikan dalam sidang dengan agenda pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Belu yang berlangsung di ruang sidang.

Ketua DPRD Belu, Jeremias Manek Seran Jr ketika dihubungi Oke NTT membenarkan persetujuan mayoritas fraksi untuk dilakukan pembahasan terhadap rencana pinjaman daerah yang diusulkan terhadap pihaknya. Sementara itu fraksi Demokrat tidak ada pilihan atau keputusan (abstain).

“Tadi di padangan umum fraksi semua fraksi minta untuk diagendakan paripurna pinjaman daerah, minus Demokrat tapi langkah awal konsultasi dulu ke Provinsi,” kata Ketua DPRD Belu usai memimpin sidang kepada Oke NTT.

Konsultasi ke pemerintah Provinsi kata Manek akan dilakukan pihaknya pada Rabu 17 November 2021 nanti.

Sementara itu tambah politisi asal Partai Demokrat ini bahwa terkait paripurna persetujuan pinjaman daerah pihaknya belum mengagendakan.

“Setuju untuk konsultasi ke Provinsi hari Rabu. Paripurna persetujuan belum diagendakan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, sidang DPRD Belu dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi itu dipimpin Ketua DPRD Belu dan didampingi Wakil Ketua I, Yohanes Jefry Nahak dan Wakil Ketua II, Cyprianus Temu.

Turut hadir, Bupati Belu dr. Agustinus Taolin, Wakil Bupati Belu, Drs. Aloysius Haleserens, Sekda Belu, Johanes Andreas Prihatin dan sejumlah pimpinan OPD di lingkup Pemda Belu.

(*Espirito)

Komentar