oleh

Gugatan Paket Sahabat Diterima MK, FERDY MAKTAEN: Tinggal Tunggu Jadwal Sidang Dari MK

Atambua, RajawaliNews.id–  Gugatan Hasil Perhitungan Selisih Suara Pilkada Belu 2020 di Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia kini mulai memasuki tahapan baru yang ditandai dengan dicatatnya permohonan sengketa Pilkada Belu 2020 dalam Akta Register Perkara Konstitusi Nomor : 18/PAN.MK/ARPK/01/2021.

Sebagaimana diketahui salah satu Pasangan Calon yang bertarung dalam Pilkada Belu 2020 lalu yakni Willybrodus Lay – JT. Ose Luan atau familiar dengan sebutan Paket Sahabat seusai mengikuti rangkaian proses perhitungan suara sampai ditingkat Kabupaten menyatakan keberatan dan menolak menandatangani hasil perhitungan tersebut dan memilih menyelesaikannya lewat jalur Mahkamah Konstitusi.

Salah satu Tim Kuasa Hukum Paket Sahabat, Ferdinand M.Tahu, SH. kepada media ini mengatakan sudah menerima bukti ARPK dari Mahkamah Konstitusi via WAG pada Senin, 18/01/2021.

“Gugatan yang kami ajukan atau kami mohonkan sudah dicatat dalam e-BRPK Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia dengan No. 18/PAN.MK/ARPK/2021, dengan demikian kini tinggal menunggu jadwal sidang yang sesuai agenda akan digelar pada sekitar 26 sampai 29 Januari 2020 mendatang, kita tunggu saja”. Ujar Maktaen sapaan akrabnya

Sebagai Pemohon lanjut Maktaen, dirinya yakin Sengketa PHP Pilkada Belu 2020 yang diajukan Tim Hukum Paket Sahabat bakal diterima, sebab selisih suara hanya sekira 0,01 persen

“Dari awal kami sangat yakin sengketa PHP yang kami ajukan bakal diterima, karena selesih suara tidak melebihi ambang batas yang ditentukan undang-undang, kami juga sangat yakin  karena ada bukti-bukti yang kami dimiliki”. Tambahnya.

Dirinya melanjutkan, bahwa dengan dicatatnya Gugatan Permohonan Perselisihan Hasil oleh MK yang diajukan oleh Tim Hukum Paket Sahabat ini dengan sendirinya membantah semua isu-isu hoax yang selama ini beredar media sosial.

“Gugatan Permohonan Paket Sahabat sudah diterima oleh karenanya kami berharap masing-masing pihak menahan diri untuk tidak berspekulasi dengan asumsinya sendiri-sendiri, sebagai masyarakat hukum wajib hukumnya bagi kita untuk mengikuti dan menghormati semua tahapan proses hukum itu sendiri” Tutup Pengacara muda ini sambil tersenyum. (Rio)

Komentar