Timnas U-22 Filipina berhasil membuat kejutan di babak penyisihan grup SEA Games 2025. Meskipun tidak diunggulkan, mereka mampu mengalahkan Timnas U-22 Myanmar dengan skor 2-0 dan juga menundukkan Timnas U-22 Indonesia dengan skor 1-0. Kemenangan ini membawa tim asuhan Garrath McPherson melaju ke babak semifinal sebagai juara Grup C.

Ini menjadi momen penting bagi sepak bola Filipina karena ini pertama kalinya dalam 34 tahun mereka mampu lolos ke babak empat besar cabang olahraga sepak bola putra di SEA Games. Di babak semifinal nanti, Filipina akan berhadapan dengan Timnas U-22 Vietnam.

Vietnam juga berhasil melaju ke semifinal setelah memenangkan Grup B. Mereka mengalahkan Laos dengan skor 2-1 dan Malaysia dengan skor 2-0. Meskipun dianggap sebagai favorit, para pemain Vietnam yang dilatih oleh Kim Sang-sik perlu memperhatikan tiga pemain kunci dari Timnas U-22 Filipina.

Pertandingan semifinal antara Vietnam dan Filipina akan digelar di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, pada Senin (15/12/2025) pukul 15.30 WIB. Berikut adalah tiga pemain Filipina yang perlu diwaspadai oleh Vietnam:

  • Alex Monis

    Alex Monis adalah nama yang paling mencolok di skuad Filipina, bukan hanya karena profilnya tetapi juga karena penampilannya yang luar biasa sejak awal turnamen. Ia mencetak satu gol dalam pertandingan-pertandingan awal.

    Lahir pada tahun 2003, Monis dilatih di akademi Chicago Fire (MLS) dan memiliki kebugaran fisik serta kecepatan yang sangat mengesankan.

    Gaya bermainnya khas sepak bola modern, ditandai dengan pergerakan luas, tekel agresif, dan kecepatan yang berbahaya di sepanjang sayap.

    Monis mampu menembus pertahanan lawan dengan kemampuan individu dan penyelesaian yang kuat. Ia sering menjadi inisiator serangan balik cepat untuk Timnas U-22 Filipina.

    Selain bermain sebagai winger, ia juga bisa tampil baik sebagai penyerang tengah.

  • Dylan Demuynck

    Dylan Demuynck dianggap sebagai salah satu talenta muda terbaik di sepak bola Filipina saat ini. Ia membawa keanggunan dan kemampuan kreatif ke lini tengah.

    Pemain berusia 21 tahun ini lebih menyukai posisi sayap, tetapi bisa bermain sebagai gelandang serang jika diperlukan.

    Saat ini, Demuynck bermain untuk Zulte Waregem (Belgia), dan memiliki teknik individu yang luar biasa serta kesadaran taktis yang tajam.

    Dia bukan hanya seorang ahli dribel yang terampil, tetapi juga mampu memberikan umpan-umpan penting yang bisa membongkar pertahanan lawan.

    Demuynck dianggap sebagai “otak” di balik permainan menyerang Timnas U-22 Filipina.

    Kemampuannya mengontrol bola secara cepat dan tepat, serta kemampuannya melepaskan tembakan tak terduga dari luar kotak penalti, merupakan senjata ampuh yang dimilikinya.

  • Otu Banatao

    Otu Banatao adalah pemain penting lainnya di lini serang Timnas U-22 Filipina. Ia membawa variasi dalam gaya bermain tim.

    Striker berusia 19 tahun ini adalah satu-satunya pencetak gol dalam kemenangan 1-0 Filipina melawan Timnas U-22 Indonesia.

    Kelebihan Banatao terletak pada kecepatan, teknik, dan kemampuan penyelesaian akhir yang sangat baik.

    Posisinya di dalam kotak penalti sulit diabaikan oleh Vietnam.

    Selain itu, ia bisa bertindak sebagai “umpan”, menarik perhatian para bek tengah dan menciptakan ruang bagi Monis atau Demuynck.